Setiap Anak Cerdas

Bagikan Postingan Ini​

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid” – Albert Einstein

 

Dari quotes di atas, kita bisa simpulkan bahwa setiap manusia bahkan setiap makhluk hidup Tuhan ciptakan sesuai dengan kemampuan dan tujuannya masing-masing. Namun kepintaran setiap makhluk tidak dapat dinilai dengan menggunakan satu alat ukur saja.

 

Sama halnya seperti kita manusia, terkadang kepintaran manusia dilihat kalau si manusia itu mempunyai IQ yang tinggi ataupun mendapatkan nilai seperti IPA, bahasa, ataupun nilai matematika yang baik ketika di sekolah. Padahal di dalam diri setiap kita, kita mempunyai sesuatu yang menonjol yang Tuhan sudah taruh. Bisa saja nilai matematika saya rendah, namun saya mempunyai nilai yang tinggi di bidang olahraga. Jadi, kepintaran tidak bisa dinilai dengan satu alat ukur saja dan kepintaran tidak bisa disama-ratakan.

Howard Gardner’s Multiple Intelligences

 

Tahun 1983 dari bukunya yang berjudul Frames of Mind, pertama kali Howard Gardner memperkenalkan teori mengenai The Theory of Multiple Intelligences (Kecerdasan Jamak). Gardner mengidentifikasi bahwa kecerdasan manusia dibagi menjadi 8 bagian:

  • Interpersonal intelligence
  • Intrapersonal intelligence
  • Kinesthetic intelligence
  • Linguistic-verbal intelligence
  • Mathematical intelligence
  • Musical intelligence
  • Naturalistic intelligence
  • Visual-spatial intelligence

Ia juga mengidentifikasi bahwa adanya kemungkinan manusia mempunyai kecerdasan yang ke-9 yaitu Spiritual Intelligence (Kecerdasan Spiritual).

Teori Howard Gardner membuka pikiran kita terutama di bidang pendidikan saat ini. Kita perlu meninggalkan cara yang lama dan memulai mendidik anak-anak kita dengan cara yang baru. Tugas kita sebagai orang tua menemukan harta yang terpendam di dalam setiap anak-anak kita, apa yang sudah Tuhan taruh di dalam diri mereka. Setiap anak kita pasti mempunyai kecerdasannya masing-masing yang tidak bisa disama ratakan dengan anak-anak lainnya. Maka dari itu stop menilai anak kita karena dia tidak bisa matematika atau ipa lalu kita dengan mudah mengatakan anak itu bodoh. Bisa saja dia mempunyai kecerdasan musik, ataupun kecerdasan alam yang belum terlihat oleh kita.

Oleh karena itu, tahun ajaran 2021/2022 ini NSC membuka kelas-kelas untuk mengasah dan menggali potensi anak-anak di bidang minat dan bakat. Kelas-kelas seperti kelas musik, kelas memasak, kelas menari dan lain-lain. Tentu dengan tenaga pengajar yang sudah terlatih dan mahir dibidangnya. Tidak ketinggalan, tentu saja kami juga telah menyiapkan materi-materi training yang bertujuan pada Self Improvement murid-murid NSC. Skill dan karakter yang baik adalah kunci kesuksesan bagi setiap anak-anak kita di masa depan.

Mari Bapak dan Ibu, serta rekan-rekan guru kita sama-sama menggali potensi yang ada di dalam setiap anak-anak kita. Percaya Tuhan telah menyiapkan rancangan-Nya yang paling indah.

Dari saya, Christophel P.L. Tobing

Tuhan memberkati

 

Bagikan Postingan Ini​

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Tentang Penulis

Tulisan Lainnya

Apa itu PKBM?

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah lembaga yang dibentuk  untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan. PKBM ini masih berada di bawah

Lanjut Baca

Konseling?

Ina sedang menceritakan masalahnya kepada Dita, sahabatnya. Sampai pada akhirnya Dita menyarankan Ina untuk bertemu dengan konselor dalam ruang konseling. Ina: “Apa??

Lanjut Baca